Jumat, 27 Maret 2020

DNA , RNA , SINTESIS PROTEIN


ISTILAH –ISTILAH


  • TRANSLASI

Translasi dalam genetika dan biologi molekular adalah proses penerjemahan urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein. Transkripsi dan Translasi merupakan dua proses utama yang menghubungkan gen ke protein. Translasi hanya terjadi pada molekul mRNA, sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi. Molekul mRNA yang merupakan salinan urutan DNA menyusun suatu gen dalam bentuk kerangka baca terbuka. mRNA membawa informasi urutan asam amino.


  • TRANSKIPSI

Dalam genetika, transkripsi (bahasa Inggris: transcription) adalah pembuatan RNA terutama mRNA dengan menyalin sebagian berkas DNA oleh enzim RNA polymerase. Transkripsi merupakan bagian dari rangkaian ekspresi genetik. Pengertian asli "transkripsi" adalah alih aksara atau penyalinan. Di sini, yang dimaksud adalah mengubah "teks" DNA menjadi RNA. Sebenarnya, yang berubah hanyalah basa nitrogen timina di DNA yang pada RNA digantikan oleh urasil

  • mRNA

Messenger RNA ( mRNA ) adalah molekul RNA beruntai tunggal yang sesuai dengan urutan genetik suatu gen dan dibaca oleh ribosom dalam proses memproduksi protein. mRNA dibuat selama proses transkripsi, di mana enzim RNA polimerase mengubah gen menjadi transkip primer mRNA (juga dikenal sebagai pre-mRNA). Pre-mRNA ini biasanya masih mengandung intron, daerah yang tidak akan melanjutkan ke kode untuk urutan asam amino akhir. Ini dihapus dalam proses spicing RNA, hanya menyisakan ekson, daerah yang akan menyandikan protein. Urutan ekson ini merupakan mRNA matang. MRNA matang kemudian dibaca oleh ribosom, dan menggunakan asam amino yang dibawa oleh transfer RNA (tRNA), ribosom menciptakan protein. Proses ini dikenal sebagai terjemahan. Semua proses ini merupakan bagian dari dogma sentral biologi molekuler, yang menggambarkan aliran informasi genetik dalam sistem biologis.
Seperti dalam DNA, informasi genetik mRNA ada dalam urutan nuklotida, yang disusun menjadi kodon yang masing-masing terdiri dari tiga pasangan basa. Setiap kode kodon untuk asam amino tertentu, kecuali kodon stop, yang mengakhiri sintesis protin . Proses penerjemahan kodon menjadi asam amino ini membutuhkan dua jenis RNA: transfer RNA, yang mengenali kodon dan menyediakan asam amino yang sesuai, dan RNA ribosom (rRNA), komponen utama dari mesin pembuat protein ribosom.

  • tRNA

Transfer RNA (transfer-Ribonucleic acid) atau asam ribonukleat transfer adalah molekul yang menginterpretasikan pesan genetik berupa serangkaian kodon di sepanjang molekul mRNA dengan cara mentransfer asam-asam amino ke ribosom dalam proses translasi. Dengan kata lain, tRNA merupakan molekul pembawa asam-asam amino yang akan disambungkan menjadi rantai polipeptida. Hal ini karena kemampuan tRNA dalam membentuk kompleks dengan asam-asam amino. Asam amino yang dibawa tRNA spesifik, oleh karena itu ada sekitar 20 macam tRNA yang masing-masing membawa asam amino yang spesifik karena di alam ada sekitar 20 asam amino yang menyusun protein. Asam amino yang dibawa oleh tRNA sesuai dengan antikodon yang merupakan komplemen dari kodon mRNA dan akan berpasangan secara antiparalel saat translasi. Saat translasi, dua molekul tRNA akan menempel pada ribosom untuk satu molekul mRNA, dan dua asam amino yang dibawa oleh kedua tRNA tersebut akan dirangkaikan menjadi polipeptida. Inilah prinsip sintesis rantai polipeptida. tRNA ialah salah satu dari molekul-molekul RNA selain mRNA dan rRNA yang dimiliki oleh semua organisme seluler dan berperan dalam ekspresi gen.
tRNA dan rRNA adalah molekul RNA yang bukan genom (bukan molekul yang diterjemahkan). Struktur primer tRNA merupakan rantai nukleotida linear dengan ukuran panjang 73 sampai 93 nukleotida dengan berat molekul total antara 25 sampai 30 kilo dalton. Pada molekul tRNA terdapat jenis-jenis basa yang tidak umum atau termodifikasi. Misalnya pseudourasil dan dihidrourasil yang merupakan modifikasi dari basa urasil.
  • rRNA

rRNA (ribosome-Ribonucleic Acid) atau Asam Ribonukleat ribosomal adalah molekul utama penyusun ribosom. RNA ribosomal merupakan RNA yang membungkus ribosom (bola ganda yang tersusun dari sekitar 50 protein). rRNA dan protein secara bersama membangun subunit-subunit ribosom yang terdiri dari subunit kecil dan subunit besar untuk kemudian bergabung membentuk ribosom fungsional ketika dua subunit terikat pada mRNA saat translasi.
rRNA merupakan salah satu tipe dari kelompok RNA. RNA ini merupakan RNA terbanyak yang dikandung oleh suatu sel, yaitu sekitar 83% dari RNA yang terdapat dalam suatu sel (menyusun ribosom). Ribosom terdapat di dalam sel dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu sekitar 200.000 ribosom yang menyusun sekitar 25% berat kering total selnya). Dan sekitar 60% dari berat suatu ribosom adalah rRNA. Besarnya jumlah rRNA dalam sel juga dipengaruhi strukturnya yang stabil dan ukurannya yang besar.
  • DNA

Asam deoksiribonukleat lebih dikenal dengan singkatan DNA (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid), adalah sejenis biomolekul yang menyimpan dan menyandi instruksi-instruksi genetika setiap organisme dan banyak jenis virus. Instruksi-instruksi genetika ini berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi organisme dan virus. DNA merupakan asam nukleat; bersamaan dengan protein dan karbohidrat, asam nukleat adalah makromolekul esensial bagi seluruh makhluk hidup yang diketahui.
  • NUKLEOTIDA

Nukleotida adalah senyawa organik yang berperan sebagai monomer penyusun polimer asam nukleat asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA) keduanya adalah biomolekul penting yang menyusun makhluk hidup di bumi.
Nukleotida adalah blok pembangun asam nukleat. Nukleotida tersusun dari tiga subunit gugus basa nitrogen heterosiklik (basa nukleotida), gula pentosa (ribosa atau deoksiribosa) dan setidaknya satu gugus fosfat.
Nukleosida adalah senyawa yang tersusun dari gugus basa nitrogen heterosiklik dan gula pentosa. Karena itu, nukleotida adalah tersusun dari nukleosida dan gugus fosfat.
Nukleotida mempunyai peran penting dalam metabolisme di tingkat dasar dan selular. Nukleotida mengandung energi kimia dalam bentuk nukleotida trifosfat (adenosin trifosfat ATP, guanosin trifosfat GTP, sitosin trifosfat CTG dan urasil trifosfat UTP). Paket energi ini tersebar di sel sel badan manusia dan menyediakan energi untuk fungsi metabolisme seperti: sintesis asam amino, protein, membran sel dan organel, menggerakkan sel dan organel (intraselular dan ekstraselular), pembelahan sel melalui mitosis dan meiosis.
Selain itu, nukleotida juga berpartisipasi dalam transduksi sinyal seluler (melalui siklik guanosin monofosfat cGMP dan siklik adenosin monofosfat cAMP).
Nukleotida adalah salah satu subunit untuk beberapa kofaktor, seperti CoA, FAD, FMN, NAD, dan NADP. Dalam sel, kofaktor ini memainkan peran penting dalam fiksasi energi (misalnya fotosintesis), metabolisme, dan transduksi sinyal seluler.
Dalam eksperimental biokimia, nukleotida bisa bereaksi dengan radionuklida untuk membentuk radionukleotida. Proses ini dinamakan radiolabel dan sangat penting untung mengeksplorasi mekanisme reaksi kimia.
  • BIOPOLIMER

Biopolimer, juga dikenal sebagai polimer organik, ialah polimer alami. Kanji, protein dan peptida, serta DNA dan RNA ialah contoh biopolimer, di mana unit monomernya berturut-turut adalah glukosa, asam amino, serta asam nukleat. Komposisi kimia tepat dan urutan di mana unit-unit disusun dinamakan struktur utama polimer. Banyak biopolimer "berlipat" menjadi bentuk-bentuk tertentu, yang dapat menentukan fungsi biologi biopolimer. Biologi struktural adalah bidang penyelidikan bentuk-bentuk biopolimer.
  • HELIKS GANDA

Dalam biologi molekuler, istilah double helix mengacu pada struktur yang dibentuk oleh molekul berantai ganda dari asam nukleat seperti DNA. Struktur heliks ganda dari kompleks asam nukleat muncul sebagai konsekuensi dari struktur sekundernya, dan merupakan komponen mendasar dalam menentukan struktur tersiernya. Istilah memasuki budaya populer dengan publikasi pada tahun 1968 dari The Double Helix: A Personal Account of Discovery of Structure of DNA oleh James Watson.
Biopolimer heliks ganda DNA dari asam nukleat, disatukan oleh nukleotida yang berpasangan menjadi satu. Dalam B-DNA, struktur heliks ganda paling umum ditemukan di alam, heliks ganda adalah tangan kanan dengan sekitar 10-10,5 pasangan basa per putaran. Struktur heliks ganda dari DNA mengandung alur utama dan alur minor. Dalam B-DNA alur utama lebih lebar daripada alur minor. Karena perbedaan lebar alur utama dan alur minor, banyak protein yang berikatan dengan B-DNA melakukannya melalui alur utama yang lebih luas.
  • POLINUKLEOTIDA

Polinukleotida adalah biopolimer yang tersusun atas 13 atau lebih monomer nukleotida yang terikat dalam suatu rantai secara kovalen. DNA dan RNA didalam tubuh organisme merupakan contoh dari polinukleotida dengan fungsi yang sangat penting bagi organisme. Polinukleotida tersusun atas rantai polimer dari subunit gula-fosfat basa identik, yang merupakan penyusun penting dari DNA. Informasi herediter disimpan dalam asam nukleat, DNA dan RNA. Asam nukleat alami bersifat polimer, terdiri dari monomer yang dikenal sebagai nukleotida, dan karenanya istilah "polinukleotida" dapat digunakan untuk merujuk pada DNA dan RNA. Informasi dikodekan dalam urutan nukleotida dalam polimer ini sebagai saluran spesifik yang didefinisikan sebagai gen. Informasi diteruskan ke keturunan dengan replikasi dan diubah menjadi produk protein dengan transkripsi / terjemahan, yakni proses yang dikenal sebagai ekspresi gen.
  • ADENIN

Adenina adalah salah satu dari dua basa N purina yang digunakan dalam membentuk nukleotida dari asam nukleat DNA dan RNA. Pada DNA, adenina (A) berikatan dengan timina (T) melalui dua ikatan hidrogen untuk membantu menstabilkan struktur asam nukleat. Pada RNA berberkas ganda (dsRNA), adenin berikatan dengan urasil (U).
Bersama dengan gula ribosa adenin membentuk nukleosida yang disebut adenosina, sementara bersama dengan deoksiribosa adenin membentuk deoksiadenosina. Adenosina dapat berikatan dengan gugus fosfat anorganik (PO43-). Jika mengikat satu gugus fosfat dinamakan adenosina monofosfat (AMP), dua gugus fosfat dinamakan adenosina difosfat (ADP), dan tiga gugus fosfat dinamakan adenosina trifosfat (ATP). ATP merupakan salah satu senyawa penting dalam metabolisme semua organisme hidup sebagai pembawa energi kimia untuk berbagai reaksi biokimiawi. Pada teknik PCR, deoksiadenosina trifosfat (dATP) merupakan satu dari empat nukleotida bebas yang perlu disediakan sebelum proses dimulai.
  • TIMIN

Timina atau 5-metilurasil merupakan salah satu dari dua basa N pirimidina yang menyusun DNA. RNA tidak memiliki timina dan, urasil menggantikan posisinya. Pada DNA yang "berpilin ganda", timina akan berikatan dengan adenina melalui dua ikatan hidrogen untuk membentuk struktur yang stabil.
Timina bersama dengan gula deoksiribosa membentuk nukleosida yang disebut deoksitimidina atau timidina. Timidina dapat membentuk nukleotida apabila mengalami fosforilasi menjadi dTMP, dTDP, atau dTTP (deoksitimidina mono-, di-, atau trifosfat). dTTP diperlukan dalam PCR sebagai salah satu bahan baku nukleotida.
  • GUANIN

Guanina merupakan satu dari dua basa N purina yang menyusun DNA dan RNA. Dalam DNA pilin ganda, guanina berikatan dengan sitosina melalui tiga ikatan hidrogen. Guanina membentuk nukleosida bersama dengan gula ribosa yang dinamakan guanosina. Bentuk deoksiguanosina yang berikatan dengan tiga gugus fosfat anorganik (dGTP) merupakan salah satu bahan baku dalam teknik PCR.
Secara kimiawi, guanina dapat berada pada dua bentuk tautomer yang dinamakan tautomerisme keto-enol.
Nama guanina diambil dari Guano karena pertama kali diisolasi dari Guano (pupuk kotoran burung).
  • SITOSIN
Sitosina (bahasa Inggris: Cytosine; disingkat "C") merupakan satu dari dua basa nitrogen pirimidina yang dimiliki DNA dan RNA. Nukleosida ribosanya dinamakan sitidina dan nukleosida deoksiribosanya dinamakan deoksisitidina. Sitosina berikatan dengan guanina pada DNA pilin ganda melalui tiga ikatan hidrogen.
  • PURIN

Purina adalah sebuah senyawa organik heterosiklik aromatik, yang terdiri dari cincin pirimidina dan cincin imidazola yang bergandeng sebelahan. Purina merupakan salah satu dari dua grup basa nitrogen. Purina, termasuk purina-purina bersubstitusi dan berbagai tautomernya, adalah heterosiklik bernitrogen yang paling banyak tersebar di alam.
Purina dan Pirimidina merupakan dua golongan yang membentuk nitrogen basa- nitrogen basa, termasuk kedua golongan basa nukleat. Dua dari keempat deoxyribonucleotide dan dua dari keempat ribonucleotide, yang merupakan bahan bangunan pokok dari DNA dan RNA, adalah purina.
  • PIRIMIDIN

Pirimidina (bahasa Inggris: Pyrimidine) adalah suatu senyawa organik heterosiklik aromatik yang mirip dengan piridina. Satu dari tiga diazina (senyawa heterosiklik enam karbon dengan dua nitrogen pada cincin), mempunyai nitrogen pada posisi 1 dan 3 dalam cincin.Kedua diazina lain adalah pirazina (nitrogen pada posisi 1 dan 4) dan piridazina (pada posisi 1 dan 2). Dalam asam nukleat, ketiga tipe basa nukleotida merupakan derivat pirimidin yaitu: sitosina (=cytosine) (C), timina (T), dan urasil (U).
  • NUKLEOSIDA
Nukleosida merupakan sebutan untuk bagian dari nukleotida tanpa gugus fosfat. Dengan demikian, nukleosida tersusun dari gula ribosa atau deoksiribosa dan basa nitrogen.
Nukleosida merupakan kerangka dasar bagi terbentuknya AMP, ADP, dan ATP. Proses pembentukan ketiga senyawa pembawa energi kimia ini biasanya terjadi di mitokondria sebagai bagian dari reaksi katabolisme/respirasi.
  • RNA
Asam ribonukleat (ARN, bahasa Inggris: ribonucleic acid, RNA) adalah molekul polimer yang terlibat dalam berbagai peran biologis dalam mengkode, dekode, regulasi, dan ekspresi gen. RNA dan DNA adalah asam nukleat, dan, bersama dengan protein dan karbohidrat, merupakan empat makromolekul utama yang penting untuk semua bentuk kehidupan yang diketahui. Seperti DNA, RNA dirakit sebagai rantai nukleotida, tetapi tidak seperti DNA, RNA lebih sering ditemukan di alam sebagai untai tunggal yang melipat ke dirinya sendiri, daripada untai ganda berpasangan. Organisme seluler menggunakan RNA duta (bahasa Inggris: messenger RNA, mRNA) untuk menyampaikan informasi genetik (menggunakan huruf G, U, A, dan C untuk menunjukkan basa nitrogen guanin, urasil, adenin, dan sitosin (bahasa Inggris: cytosine)) yang mengarahkan sintesis protein spesifik. Banyak virus mengkodekan informasi genetik mereka menggunakan genom RNA.
Beberapa molekul RNA berperan aktif dalam sel dengan mengkatalis reaksi biologis, mengendalikan ekspresi gen, atau merasakan dan mengkomunikasikan tanggapan terhadap sinyal seluler. Salah satu dari proses aktif ini adalah sintesis protein, fungsi yang universal di mana molekul mRNA mengarhkan perakitan protein pada ribosom. Proses ini menggunakan molekul RNA transfer (bahasa Inggris: transfer RNA, tRNA) untuk memberikan asam amino ke ribosom, di mana RNA ribosomal (bahasa Inggris: ribosomal RNA, rRNA) kemudian menghubungkan asam amino bersama-sama untuk membentuk protein.



Pengertian DNA

DNA merupakan asam nukleat yang menyusun gen di dalam inti sel. Selain itu DNA juga terdapat dalam mitrokondria, kloroplas, sentrol, plastid dan sitoplasma. DNA merupakan materi genetik yang membawa informasi biologis dari setiap makhluk hidup dan beberapa virus. DNA dibawa oleh setiap individu ke keturunannya.
Struktur DNA
Struktur DNA terdiri dari suatu molekul besar kompleks dengan dua pita panjang saling berpilin membentuk heliks ganda. Setiap DNA terbentuk dari ratusan hingga ribuan polimer nukleotida. 

Setiap nukleotida terdiri dari:
       -          Gula pentosa deoksiribosa atau 2-deoksiribosa (H−(C=O)−(CH2)−(CHOH)3−H)
       -          D-deoxyribose chain-3D-balls.png
       -          D-Deoxyribose.png
       -          Gugus fosfat atau Ostorifosfat (PO43-)
       -          Stereo skeletal formula of phosphate
       -          Basa nitrogen atau nukleobasa

Ikatan Kimia pada Rantai DNA
Seperti namanya, DNA tersusun atas beberapa ikatan rantai kimia. Ikatan kimia ini menyambungkan antara gugus fosfat, basa, dan gula dalam susunan DNA.
Ikatan fosfodiester, yaitu ikatan kimia antara gugus fosfat dari satu nukelotida dan gula dari nukleotida berikutnya.
Ikatan hidrogen, yaitu ikatan kimia antarpasangan basa nitrogen.
Ikatan antara gula deoksiribosa dan basa nitrogen:
Deoksiadenosin monofosfat (dAMP): antara gula deoksiribosa dan basa adenin.

Fungsi DNA
Membawa informasi genetik.
Memiliki peran dalam pewarisan sifat.
Mengekspresikan informasi genetik.

Sifat DNA
Jumlah DNA konstan pada setiap jenis sel dan spesies.
Kandungan DNA dalam sel bergantung sifat ploidi atau jumlah kromosom.
Bentuk DNA pada inti sel eukariotik seperti benang yang tidak bercabang.
Bentuk DNA pada inti sel prokariotik, plastid, dan mitokondria berbentuk sirkuler.

Replikasi DNA
Replikasi atau proses menduplikasikan diri ini terjadi saat interfasi sebelum sel membelah dengan tujuan agar sel anakan hasil pembelahan mengandung DNA yang identik dengan DNA sel induk. Jika terdapat kesalahan pada proses ini, sifat pada sel-sel anakan akan mengalami perubahan.



Pengertian RNA
RNA adalah makromolekul polinukleotida berupa rantai tunggal atau ganda yang tidak berpilin seperti halnya DNA. RNA banyak terdapat pada ribosom atau sitoplasma dan keberadaannya tidak tetap karena mudah terurai dan harus dibentuk kembali.

Struktur RNA
Berbeda dengan DNA, RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida. Tiap
ribonukleotida terdiri dari 3 gugus molekul, yaitu gula 5 karbon (ribosa), gugus fosfat, membentuk punggung RNA bersama ribosa, basa nitrogen, yang terdiri dari basa purin yang sama dengan DNA sedangkan pirimidin berbeda, yaitu sitosin dan urasil, dan gugus fosfat.

Fungsi RNA
RNA berperan dalam proses sintesis protein di dalam sel. Akan tetapi, pada beberapa jenis virus, RNA berperan seperti DNA untuk membawa informasi genetik.

Macam-Macam RNA
RNA genetik, yaitu RNA yang berperan seperti DNA dalam membawa informasi genetik. RNA tipe ini hanya ada dalam beberapa jenis virus.
RNA nongenetik, yaitu RNA yang hanya berperan dalam proses sintesis protein. RNA tipe ini ada dalam organisme yang memiliki DNA.

Perbedaan
DNA
RNA
Bentuk
rantai panjang , ganda, dan berpilin (double heliks)
rantai pendek, tunggal, dan tidak berpilin
Fungsi
Mengendalikan faktor keturunan dan sebagai materi genetik (bahan baku) untuk sintesis protein sintesis protein.
Mengendalikan sintesis protein
Letak
Berada dalam nukleus, kloroplas, mitokondria
Berada dalam nukleus, sitoplasma, kloroplas, mitokondria
Komponen Gula
Deoksiribosa
Ribosa
Ukuran
Panjang
Pendek
Jenis Basa Nitrogen
Purin (adenin dan guanin) gugus fosfat. dan Pirimidin (sitosin dan timin)
Purin (adenin dan guanin) dan Pirimidin (sitosin dan urasil)
Kadar
Tetap, tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein.
Berubah-ubah sesuai sesuai dengan jumlah sintesis protein yang dibutuhkan.
Keberadaannya
Permanen.
Periode pendek karena mudah terurai.
SINTESIS PROTEIN
      1.    Pengertian sintesis protein
Sintesis protein (disebut juga biosintesis protein) adalah proses pembentukan partikel protein dalam bahasan biologi molekuler yang didalamnya melibatkan sistesis RNA yang dipengaruhi oleh DNA. 
Dalam proses sintesis protein, molekul DNA adalah sumber pengkodean asam nukleat untuk menjadi asam amino yang menyusun protein tetapi tidak terlibat secara langsung dalam prosesnya.Molekul DNA pada suatu sel ditranskripsi menjadi molekul RNA.
Molekul RNA inilah yang ditranslasi menjadi asam amino sebagai penyusun protein. Dengan demikian molekul RNA lah yang terlibat secara langsung dalam proses sintesis protein.
Hubungan antara molekul DNA, RNA, dan asam amino dalam proses pembentukan protein dikenal dengan istilah "Dogma sentral biologi” yang dijabarkan dengan rangkaian proses DNA membuat DNA dan RNA, RNA membuat protein, yang dinyatakan dalam persamaan DNA >> RNA >> Protein. Seperti kebanyakan dogma, terdapat pengecualian pada proses pembentukan protein berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan setelahnya, sehingga dogma ini akhirnya disebut sebagai aturan.
     2.    Awal penemuan
Jauh sebelum DNA dinyatakan menjadi materi genetik sebagai unit pewarisan sifat, protein telah diyakini sebagai molekul pengatur metabolisme pada suatu sel. Pada masa itu protein dikenal sebagai molekul organik yang penting yang berperan dalam proses perubahan suatu molekul kecil menjadi molekul kompleks. Pada tahun 1878, teminologi enzim digunakan untuk menyebut katalis biologi yang berperan dalam mempercepat proses biokimia dalam sel. Enzim kemudian disebut sebagai protein atau bagian dari protein oleh Emil Fischer seorang ahli biokimia dari Jerman pada tahun 1900. Penelitian tentang molekul-molekul materi genetik menjadi mudah dengan ditemukannya struktur komponen asam nukleat sebagai materi genetik oleh Watson dan Crick. Weisman dan DeVries menunjukkan konsep awal yang menunjukkan pengatur aktivitas di dalam sel terletak pada sitoplasma. Pada awal 1900an Driesch, Verwon, dan Wilson menunjukkan bahwa inti sel merupakan tempat berkumpulnya enzim dan menjadi pusat aktivitas protein. Mazia pada tahun 1952 menunjukkan bahwa inti sel lebih berfungsi sebagai tempat pergantian daripada sebagai tempat penghasil aktivitas seluler.
     3.    Proses sintesis
Tiga aspek penting dalam mekasnisme sintesis protein adalah: (1) lokasi berlangsungnya sintesis protein pada sel; (2) mekanisme berpindahnya Informasi atau hasil transformasi dari DNA ke tempat terjadinya sintesis protein; dan (3) mekanisme asam amino penyusun protein pada suatu sel berpisah membentuk protein-protein yang spesifik. Sintesis protein berlangsung di dalam ribosom (juga nukleus) dengan menghasilkan protein yang non-spesifik atau sesuai dari mRNA yang di
DAFTAR PUSTAKA

#tugas genetika04  #genetika tanaman #genetika#DNA#RNA#sintesis protein